Download

Tampilkan postingan dengan label Sekilas INfo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekilas INfo. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Februari 2011

5 ciri "sok tahu"

'Sok tahu' pada dasarnya adalah "merasa sudah cukup berpengetahuan" padahal sebenarnya kurang tahu. Masalahnya, orang yang sok tahu biasanya tidak menyadarinya. (1) Lantas, bagaimana kita tahu bahwa kita 'sok tahu'? Mari kita mengambil hikmah dari Al-Qur'an. Ada beberapa ciri 'sok tahu' yang bisa kita dapatkan bila kita menggunakan perspektif surat al-'Alaq.

1. Enggan Membaca

Ketika disuruh malaikat Jibril, "Bacalah!", Rasulullah Saw. menjawab, "Aku tidak bisa membaca." Lalu malaikat Jibril menyampaikan lima ayat pertama yang memotivasi beliau untuk optimis. Adapun orang yang 'sok tahu' pesimis akan kemampuannya. Sebelum berusaha semaksimal mungkin, ia lebih dulu berdalih, "Ngapain baca-baca teori. Mahamin aja sulitnya minta ampun. Yang penting prakteknya 'kan?" Padahal, Allah pencipta kita itu Maha Pemurah. Ia mengajarkan kepada kita apa saja yang tidak kita ketahui.

(2) Disisi lain, ada pula orang Islam yang terlalu optimis dengan pengetahuannya, sehingga enggan memperdalam. Katanya, misalnya, "Ngapain baca-baca Qur'an lagi. Toh udah khatam 7 kali. Mending buat kegiatan lain aja." Padahal, Al-Qur'an adalah sumber dari segala sumber ilmu, sumber 'cahaya' yang tiada habis-habisnya menerangi kehidupan dunia. Katanya, misalnya lagi, "Ngapain belajar ilmu agama lagi, toh sejak SD hingga tamat kuliah udah diajarin terus." Padahal, 'ilmu agama' adalah ilmu kehidupan dunia-akhirat.

2. Enggan Menulis

(3) Orang yang sok tahu terlalu mengandalkan kemampuannya dalam mengingat-ingat dan menghafal pengetahuan atau ilmu yang diperolehnya. Ia enggan mencatat. "Ngerepotin," katanya. Seolah-olah, otaknya adalah almari baja yang isinya takkan hilang. Padahal, sifat lupa merupakan bagian dari ciri manusia. (4) Orang yang sok tahu enggan mencatat setiap membaca, menyimak khutbah, kuliah, ceramah, dan sebagainya. Padahal, Allah telah mengajarkan penggunaan pena kepada manusia.

(5) Di sisi lain, ada pula orang yang kurang mampu menghafal dan mengingat-ingat pengetahuan yang diperolehnya, tapi ia merasa terlalu bodoh untuk mampu menulis. "Susah," katanya. Padahal, merasa terlalu bodoh itu jangan-jangan pertanda kemalasan. Emang sih, kalo nulis buat orang lain, kita perlu ketrampilan tersendiri. Tapi, bila nulis buat diri sendiri, bukankah kita gak bakal kesulitan nulis 'sesuka hati'? Apa susahnya nulis di buku harian, misalnya, "Tentang ciri sok tahu, lihat al-'Alaq!"?

3. Membanggakan Keluasan Pengetahuan

Orang yang sok tahu membanggakan kepintarannya dengan memamerkan betapa ia banyak membaca, banyak menulis, banyak mendengar, banyak berceramah, dan sebagainya tanpa menyadari bahwa pengetahuan yang ia peroleh itu semuanya berasal dari Allah. Ia mengira, prestasi yang berupa luasnya pengetahuannya ia peroleh berkat kerja kerasnya saja. Padahal, terwujudnya pengetahuan itu pun semuanya atas kehendak-Allah.

(6) Mungkin ia suka meminjam atau membeli buku sebanyak-banyaknya, tetapi membacanya hanya sepintas lalu atau malah hanya memajangnya. Ia merasa punya cukup banyak wawasan tentang banyak hal. Ia tidak merasa terdorong untuk menjadi ahli di bidang tertentu. Kalau ia menjadi muballigh 'tukang fatwa', semua pertanyaan ia jawab sendiri langsung walau di luar keahliannya. (7) Ia mungkin bisa menulis atau berbicara sebanyak-banyaknya di banyak bidang, tetapi kurang memperhitungkan kualitasnya.

4. Merendahkan Orang Lain Yang Tidak Sepaham

Bagi orang Islam yang sok tahu, siapa saja yang bertentangan dengan pendapatnya, segera saja ia menuduh mereka telah melakukan bid'ah, sesat, meremehkan agama, dan sebagainya. Bahkan, misalnya, sampai-sampai ia melarang orang-orang lain melakukan amal yang caranya lain walau mereka punya dalil tersendiri. (8) Ia menjadikan dirinya sebagai "Yang Maha Tahu", terlalu yakin bahwa pasti pandangan dirinyalah satu-satunya yang benar, sedangkan pandangan yang lain pasti salah. Padahal, Allah Swt berfirman: "Janganlah kamu menganggap diri kamu suci; Dia lebih tahu siapa yang memelihara diri dari kejahatan." (an-Najm [53]: 32)

Muslim yang sok tahu cenderung menganggap kesalahan kecil sebagai dosa besar dan menjadikan dosa itu identik dengan kesesatan dan kekafiran! (9) Lalu atas dasar itu dengan gampangnya ia mengeluarkan 'vonis hukuman mati'. Padahal, dalam sebuah hadits shahih dari Usamah bin Zaid dikabarkan, "(10) Barangsiapa mengucapkan laa ilaaha illallaah, maka ia telah Islam dan terpelihara jiwa dan hartanya. Andaikan ia mengucapkannya lantaran takut atau hendak berlindung dari tajamnya pedang, maka hak perhitungannya ada pada Allah. Sedang bagi kita cukuplah dengan yang lahiriah."

5. Menutup Telinga dan Membuang Muka Bila Mendengar Pendapat Lain

Orang yang sok tahu tidak memberi peluang untuk berdiskusi dengan orang lain. Kalau toh ia memasuki forum diskusi di suatu situs, misalnya, ia melakukannya bukan untuk mempertimbangkan pendapat yang berbeda dengan pandangan yang selama ini ia anut, justru untuk mengumandangkan pendapatnya sendiri. (11) Ia hanya melihat selayang pandang gagasan orang-orang lain, lalu menyerang mereka bila berlainan dengannya. Ia tidak mau tahu bagaimana mereka berhujjah (berargumentasi).

Di samping itu, orang yang sok tahu itu bersikap fanatik pada pendapat golongannya sendiri. Seolah-olah ia berseru, "Adalah hak kami untuk berbicara dan adalah kewajiban kalian untuk mendengarkan. Hak kami menetapkan, kewajiban kalian mengikuti kami. Pendapat kami semuanya benar, pendapat kalian banyak salahnya." Orang yang terlalu fanatik itu tidak mengakui jalan tengah. Ia menyalahgunakan aksioma, "Yang haq adalah haq, yang bathil adalah bathil."

Aisha Chuang
ac4x3@yahoo.com
sumber : eramuslim

Penjelasan dan Pembenaran Kalimat / Gramatikal
(1) Lantas, bagaimana kita tahu bahwa kita 'sok tahu' = Kalimat ini merupakan kalimat majemuk setara karena terdapat konjungsi LANTAS.
Lantas = Konjungsi
Bagaimana Kita = S
Tahu = P
Bahwa kita ‘sok tahu’ = Keterangan sifat
(2) Disisi lain, ada pula orang Islam yang terlalu optimis dengan pengetahuannya, sehingga enggan memperdalam = Kalimat ini merupakan kalimat majemuk tak setara karena di dalamnya terdapat kata konjungsi berupa “SEHINGGA”
Disisi lain = Keterangan
Ada pula orang Islam = S
Yang terlalu optimis = P
Dengan pengetahuannya = O
Sehingga = Konjungsi
Enggan memperdalam = Keterangan Sifat
(3) Orang yang sok tahu terlalu mengandalkan kemampuannya dalam mengingat-ingat dan menghafal pengetahuan atau ilmu yang diperolehnya = Kalimat ini merupakan kalimat majemuk setara karena di dalamnya terdapat konjungsi berupa “DAN” & “ATAU”
Orang yang sok tahu = S
Terlalu mengandalkan = P
Kemampuannya dalam mengingar = O
Dan = Konjungsi
Menghafal pengetahuan atau ilmu yang diperolehnya = Pelengkap
(4) Orang yang sok tahu enggan mencatat setiap membaca, menyimak khutbah, kuliah, ceramah, dan sebagainya = Kalimat ini merupakan kalimat majemuk setara karena di dalamnya terdapat konjungsi berupa “DAN”
Orang yang sok tahu = S
Enggan = Keterangan Sifat
mencatat = P
setiap membaca, menyimak khutbah kuliah, ceramah = O
dan = Konjungsi
Sebagainya = Keterangan
(5) Di sisi lain, ada pula orang yang kurang mampu menghafal dan mengingat-ingat pengetahuan yang diperolehnya, tapi ia merasa terlalu bodoh untuk mampu menulis = Kalimat ini merupakan kalimat yang bersifat campuran karena di dalamnya terdapat beberapa kombinasi konjungsi “DAN” yang merupakan konjungsi dari kalimat setara dan “TAPI” yang merupakan konjungsi dari kalimat tak setara
Di Sisi lain = Keterangan
Ada pula orang = S
Yang kurang mampu = Keterangan Sifat
Menghafal = P
Dan = Konjungsi
Mengingat-ingat = P
Pengetahuan = O
Yang diperolehnya = Keterangan
(6) Mungkin ia suka meminjam atau membeli buku sebanyak-banyaknya, tetapi membacanya hanya sepintas lalu atau malah hanya memajangnya = Kalimat ini merupakan kalimat yang bersifat campuran karena di dalamnya terdapat beberapa kombinasi konjungsi “ATAU” yang merupakan konjungsi dari kalimat setara dan “TAPI” yang merupakan konjungsi dari kalimat tak setara
Mungkin = Keterangan
Ia = S
Suka meminjam = P
Atau = konjungsi
Membeli = P
Buku = O
Sebanyak-banyaknya = Keterangan
Tetapi = konjungsi
Membacanya = S
Hanya sepintas = Keterangan waktu
Lalu, atau = konjungsi
Malah hanya memajangnya = Pelengkap
(7) Ia mungkin bisa menulis atau berbicara sebanyak-banyaknya di banyak bidang, tetapi kurang memperhitungkan kualitasnya = Kalimat ini merupakan kalimat yang bersifat campuran karena di dalamnya terdapat beberapa kombinasi konjungsi “ATAU” yang merupakan konjungsi dari kalimat setara dan “TAPI” yang merupakan konjungsi dari kalimat tak setara
Ia = S
Mungkin bisa menulis = P
Atau = Konjungsi
Berbicara sebanyak-banyaknya = P
Di banyak bidang = Keterangan tempat
Tetapi = konjungsi
Kurang memperhitungkan kualitasnya = Pelengkap
(8) Ia menjadikan dirinya sebagai "Yang Maha Tahu", terlalu yakin bahwa pasti pandangan dirinyalah satu-satunya yang benar, sedangkan pandangan yang lain pasti salah = Kalimat ini merupakan kalimat majemuk tak setara karena di dalamnya terdapat kata konjungsi berupa “SEDANGKAN”
Ia = S
Menjadikan Dirinya sebagai “Yang Maha Tahu” = P
Terlalu yakin bahwa pasti pandangan dirinyalah satu-satunya yang benar = O
Sedangkan = Konjungsi
Pandangan yang lain pasti salah = Pelengkap
(9) Lalu atas dasar itu dengan gampangnya ia mengeluarkan 'vonis hukuman mati = Kalimat ini merupakan kalimat majemuk setara karena di dalamnya terdapat konjungsi berupa “LALU”
Lalu = Konjungsi
atas dasar itu dengan gampangnya = Keterangan Sifat
Ia = S
Mengeluarkan = P
‘vonis hukuman mati’ = O
(10)Barangsiapa mengucapkan laa ilaaha illallaah, maka ia telah Islam dan terpelihara jiwa dan hartanya = Kalimat ini merupakan kalimat majemuk setara karena di dalamnya terdapat konjungsi berupa “DAN”
Barangsiapa = S
Mengucapkan = P
Laa ilaa ha illallah = O
Maka = keterangan
Ia = S
Telah Islam = P
Dan = konjungsi
Terpelihara jiwa dan hartanya = Pelengkap
(11)Ia hanya melihat selayang pandang gagasan orang-orang lain, lalu menyerang mereka bila berlainan dengannya = Kalimat ini merupakan kalimat majemuk setara karena di dalamnya terdapat konjungsi berupa “LALU”
Ia = S
Hanya melihat = P
Selayang pandang = O
Gagasan orang lain = Pelengkap
Lalu = konjungsi
Menyerang mereka bila berlainan dengannya = Pelengkap

Jumat, 10 Desember 2010

SENYUMM doi bikin meleleh ihhhh.... :p


Itulah senyum yang mampu meluluhkan hati siapa saja, sebuah pelet mujarab. Senyum bisa menyihir hati, menumbuhkan harapan dan menghilangkan sikap keras hati. Selain menghiasi diri dengan akhlak mulia, menjadikan senyuman sebagai lahan berlomba dalam kebaikan adalah sebuah keindahan hidup.

Saat senyum tulus tidak mungkin keluar makian kotor, tidak mungkin muncul amarah dan fitnah keji. Jika makian kotor berdampak buruk bagi diri sendiri, namun senyum mampu melahirkan kebaikan yang tulus pula.

* Senyum membuat anda lebih menarik
Orang yang banyak tersenyum memiliki daya tarik. Orang yang suka tersenyum membuat perasaan orang di sekitarnya nyaman dan senang.
Orang yang selalu merengut, cemburut, mengerutkan kening, dan menyeringai membuat orang-orang disekeliling tidak nyaman, dn menciptakan kegelisahan bagi diri sendiri. Dipastikan orang yang banyak tersenyum memiliki banyak jaringan pertemanan.

* Senyum mengubah perasaan.
Jika Anda sedang sedih, cobalah tersenyum. Senyuman akan membuat perasaan menjadi lebih baik. Menurut penelitian, senyum bisa memperdayai tubuh sehingga perasaan berubah.

* Senyum menular.
Ketikan seseorang tersenyum, ia akan membuat suasana menjadi lebih riang. Orang disekitar Anda pasti akan ikut tersenyum dan merasa lebih bahagia

* Senyum menghilangkan stres.
Stres bisa terlihat di wajah. Senyuman bisa menghilangkan mimik lelah, bosan, dan sedih. Ketika anda stres,ambil waktu untuk tersenyum. Senyuman akan mengurangi stres dan membuat pikiran lebih jernih.

* Senyum meningkatkan imunitas.
Senyum membuat sistem imun bekerja lebih baik. Fungsi imun tubuh bekerja maksimal saat seseorang merasa rileks. Menurut penelitian, flu dan batuk bisa hilang dengan senyum

* Senyum menurunkan tekanan darah.
Coba Anda mencatat tekanan darah saat anda tidak tersenyum dan catat lagi tekanan darah saat anda tersenyum saat diperiksa. Tekanan darah saat Anda tersenyum pasti lebih seimbang.

* Senyum melepas endorphin, pemati rasa alamiah, dan serotonin.
Senyum ibarat obat alami. Senyum bisa menghasilkan endorphin, pemati rasa alamiah, dan serotonin. Ketiganya adalah hormon yang bisa mengendalikan rasa sakit.

* Senyum membuat awet muda.
Senyuman menggerakkan banyak otot . Akibatnya otot wajah terlatih sehingga anda tidak perlu melakukan face lift. Dijamin dengan banyak tersenyum Anda akan terlihat lebih awet muda.

* Senyum membuat Anda kelihatan sukses.
Orang yang tersenyum terlihat lebih percaya diri,terkenal, dan bisa diandalkan. Pasang senyum saat rapat atau bertemu dengan klien. Pasti kolega Anda akan melihat Anda lebih baik.

* Senyum membuat orang berpikir positif.
Coba lakukan ini : pikirkan hal buruk sambil tersenyum. Pasti susah. Penyebabnya, ketika Anda tersenyum,tubuh mengirim sinyal “hidup adalah baik”. Sehingga saar tersenyum, tubuh menerimanya sebagai anugrah.

Selasa, 07 Desember 2010

China, Surga Bagi Para Hacker

Para hacker di China mengembangkan software jahat seperti halnya produk software komersial

VIVAnews - China agaknya merupakan 'surga' bagi para hacker. Pasalnya negara itu memiliki banyak marketplace atau toko virtual terbuka yang khusus memperjualbelikan software jahat alias malware (malicious software).

Seperti dikutip dari situs PCWorld, menurut salah seorang pakar keamanan yang berbicara pada konferensi hacker Black Hat Defcon di Texas AS, tool-tool yang dibutuhkan untuk melakukan hacking dengan harga murah dan bisa dikustomisasi, bisa diperoleh dengan mudah di China.

"Para peretas (hacker) di China mengembangkan malware hampir seperti produk software komersial," ujar Val Smith, pendiri firma keamanan komputer Attack Research, dikutip dari PCWorld.

Seperti halnya software komersial, produk-produk malware yang mereka tawarkan dilengkapi dengan nomor seri, iklan produk, persetujuan lisensi, hingga layanan dukungan 24 jam. Menurut Smith, komunitas hacker di marketplace ini sangat besar, dan banyak malware yang tersedia juga sudah sangat canggih.

Tak seperti di AS di mana para peretas memperjualbelikan tool-tool hacking secara diam-diam, di China kebanyakan malware bisa didapatkan dengan mudah secara terbuka, bahkan lewat mesin pencari Baidu.com

Konsumen bisa mendapat tool-tool tadi dengan harga kurang dari US$20 atau berlangganan menjadi anggota untuk mendapatkan update dan suplai tool-tool baru secara berkala. Mereka juga bisa memilih tool hacker apa yang mereka inginkan, mulai dari tool pencurian data, capture screen, keystroke logger, atau jenis hacking lainnya.

Para pembeli juga dapat menjajal program-program malware itu sebelum membeli. Bahkan program malware tadi juga bisa dilengkapi dengan tool statistik yang mampu mendeteksi sampai sejauh mana tingkat penyebaran infeksi yang disebabkan oleh program tersebut.
• VIVAnews

Virus Penyerang Instalasi Nuklir di Indonesia

Indonesia adalah negara kedua dengan tingkat serangan Stuxnet tertinggi, setelah Iran.


VIVAnews - Beberapa waktu lalu dilaporkan bahwa worm Stuxnet menyerang Heysham Power Station, sebuah pembangkit tenaga nuklir di Inggris. Satu dari dua reaktor Heysham 1 dimiliki oleh perusahaan Energi dari Perancis, EDF. Namun, seperti yang dikutip dari TheRegister, juru bicara EDF mengatakan bahwa permasalahan yang terjadi Heysham 1 tidak ada hubungannya dengan isu 'cyber security'.

Cerita seputar Stuxnet memang tidak ada habisnya. Semenjak kemunculannya bulan Juni lalu, hingga kini Stuxnet terus menjadi bahan perbincangan di kalangan analis antivirus seluruh dunia.

Stuxnet memang didesain untuk langsung menyerang sistem spesifik yakni SCADA dan PLC (Programmable Logic Controllers) yang menggunakan Siemens STEP 7 SCADA atau SIMATIC WinCC. Bahayanya, Stuxnet juga dapat mencuri data-data penting di dalamnya.

Pembangkit listrik Heysham

SCADA atau Supervisory Control and Data Acquisition adalah sistem yang bertugas mengontrol dan memonitor proses industri dan infrastruturnya, dan biasanya juga digunakan oleh pembangkit listrik.

Stuxnet memang program yang sangat canggih. Ia dibuat dengan kode yang begitu kompleks serta mampu mengeksploitasi beberapa celah Windows sekaligus dengan target serangan yang ditujukan pada skala besar/industri. Ini menjadikannya sebagai worm selebritas di kalangan para researcher antivirus.

Banyak orang yang mencurigai Stuxnet dibuat oleh sekelompok orang dengan dukungan teknologi dan dana yang besar. Tidak heran bila banyak spekulasi mengatakan Stuxnet dibekingi oleh negara tertentu.

Banyak kalangan menduga bahwa Stuxnet sengaja didesain untuk menyerang pembangkit tenaga nuklir di Bushehr, Iran. Ada pula yang mengatakan bahwa ia mengincar uranium centrifuges (mesin pemisah isotop) di instalasi nuklir Natanz, yang juga berada di Iran.

Iran memang menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan tingkat penyebaran Stuxnet yang paling tinggi di dunia. Dalam update laporan terbaru yang dibuat oleh Symantec, diduga kuat serangan ini ditujukan kepada pembangkit nuklir milik Iran.

Pemerintah Iran sendiri secara resmi pernah mengkonfirmasikan bahwa Stuxnet telah menfinfeksi 30.000 komputer di negara Mullah itu. Namun mereka menyangkal bahwa worm Stuxnet tersebut menyebabkan kerusakan pada sistem SCADA yang ada di industri-industri, maupun reaktor nuklir milik mereka.

Reaktor nuklir Bushehr IranSerunya, Ramin Mehmanparast, pejabat dari Departemen Luar Negeri Iran, terang-terangan menuduh bahwa Stuxnet adalah bagian dari upaya barat untuk mensabotase program nuklir milik Iran. Spekulasi itu pun kini sudah mengarah kepada ranah politik.

Sekarang, mari kita lihat dari sisi Indonesia, yang merupakan negara dengan tingkat serangan Stuxnet tertinggi kedua setelah Iran. Yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah, mengapa Stuxnet juga begitu menyebar luas di Indonesia? Apakah Stuxnet juga ditargetkan untuk menyerang infrastruktus industri di Indonesia?

Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari kalangan industri maupun pemerintah setempat, perihal dampak dari serangan Stuxnet ini. Korban terbanyak di Indonesia justru berasal dari masyarakat umum pengguna Windows, yang banyak melaporkan komputernya terinfeksi oleh Stuxnet.

Tak usah jauh-jauh, beberapa waktu lalu, saya melakukan scanning rutin terhadap USB flashdisk milik ayah serta adik saya. Ternyata worm Stuxnet terdeteksi di media simpan portabel itu.

Memang efek Stuxnet ini tak begitu kentara saat ia berjalan di sebuah komputer rumahan biasa. Namun, Stuxnet baru akan menyerang secara ganas pada komputer yang memiliki SCADA di dalamnya, karena memang Stuxnet didesain untuk itu.

Symantec pernah membuat proof-of-concept mengenai bahayanya stuxnet dengan melakukan simulasi percobaan menggunakan balon. Tes dilakukan menggunakan komputer yang terhubung dengan sistem SCADA yang diprogram untuk menjalankan mesin pompa peniup balon selama sekitar 3 detik.

Ketika salah satu komputer diinfeksikan worm Stuxnet, maka sistem SCADA mulai menunjukkan keanehan, karena kemudian worm Stuxnet menginstruksikan mesin pompa untuk terus meniup balon, hingga akhirnya meledak.

Cepatnya penyebaran Stuxnet yang terjadi di Indonesia adalah akibat kebiasaan penggunaan flash disk sebagai media pertukaran data yang terpopuler di masyarakat. Ini menjawab pertanyaan mengapa stuxnet begitu menyebar luas di sini.

Stuxnet merupakan worm pertama yang dapat mengeksploitasi dan memanfaatkan celah sistem operasi Windows melalui file .LNK atau shortcut (CVE-2010-2568), yang dirancang untuk menginfeksi flash disk sebagai media primer penyebarannya.

Tidak hanya itu, karena ia juga dapat menyebar di LAN atau jaringan setempat dengan mengeksploitasi celah Microsoft Windows Server Service RPC Handling Remote Code Execution Vulnerability (CVE-2008-4250), kelemahan Printer Spooler (CVE-2010-2729), hingga menggunakan certificate atau digital signature curian.

Pada laporan awalnya, Michael Krampe, Jurubicara Siemens mengumumkan ditemukannya 15 customer-nya yang positif terinfeksi oleh virus ini, dan menurutnya masing-masing telah dapat mengatasi worm tersebut dan tidak berdampak buruk pada operational mereka.

Sumber lain juga menimpali, bahwa sepertiga dari customer, berasal dari industri di Jerman. Sebagai tindak lanjut dari serangan Stuxnet, Siemens dalam situs resminya memberikan solusi aman terkait penggunaan sistem mereka dan menyarankan kepada orang untuk tidak menggunakan flash drives.

Hingga kini, misteri yang menyelubungi Stuxnet masih terus memicu berbagai spekulasi. Banyak pertanyaan yang belum terjawab tentang siapa sebenarnya target utama worm ini, siapa pembuatnya, dan lain sebagainya. Terlepas dari itu semua, Industri manapun sangat potensial terserang oleh worm canggih ini. Tak peduli di Iran, Inggris, atau Indonesia. Atau bahkan mungkin juga Stuxnet telah sampai di komputer Anda.

*Arief Prabowo adalah Malware Researcher dari Emsisoft, perusahan computer security yang berlokasi di Austria


• VIVAnews

Sabtu, 04 Desember 2010

Benarkah Wajah Menentukan Peluang Karier

VIVAnews
By Pipiet Tri Noorastuti, Mutia Nugraheni - Kamis, 2 Desember



Saat melamar kerja, bukan hanya pengalaman dan latar belakang Anda yang menjadi pertimbangan perusahaan. Wajah dalam foto juga berperan penting menentukan nasib Anda.

Kesimpulan itu berdasar penelitian yang dilakukan tim dari Ben-Gurion University of the Negev, Israel. Tim mengirimkan 5.312 resume kepada lebih dari 2.600 perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan.

Tim mengirim dua aplikasi dengan resume identik ke setiap perusahaan. Satu aplikasi dilengkapi foto, dan satu lainnya tanpa foto. Tim menempatkan sejumlah foto acak, mulai wanita berwajah cantik, pria tampan, hingga mereka dengan wajah biasa saja.

Peneliti setidaknya mengumpulkan foto dari 300 mahasiswa. Mereka kemudian membentuk panel untuk mengategorikan pria dan wanita berdasar daya tariknya. Untuk menghilangkan bias rasial, para peneliti memilih individu yang tampaknya memiliki latar belakang etnis yang ambigu.

Hasilnya, 19,9 persen calon karyawan pria tampan yang mengirim foto mendapat panggilan wawancara. Sebanyak 13,7 pria dengan foto wajah biasa saja yang mendapat panggilan wawancara. Hanya 9,2 persen pria yang tidak mengirim foto yang mendapat panggilan.

Berdasar analisis penelitian, pria berwajah menarik harus mengirim rata-rata lima resume dengan foto untuk mendapat satu panggilan wawancara. Sedangkan pria berwajah biasa saja harus mengirimkan 11 resume dengan foto untuk bisa mendapatkan panggilan serupa.

Sementara pada wanita menunjukkan hasil sebaliknya. Sebanyak 16,6 persen wanita yang mengirim resume tanpa foto mendapat panggilan wawancara kerja. Ini menunjukkan tingkat respons tertinggi dari perusahaan yang membuka lowongan.

Wanita yang mengirim resume dengan foto biasa saja, 13,6 persennya yang mendapat panggilan wawancara. Sedangnya wanita yang mengirimkan resume dengan foto menarik, hanya 12,8 persennya yang dipanggil untuk wawancara.

Peneliti menemukan tingkat respons yang hampir sama untuk semua kategori wajah wanita. Wanita yang mengirim resume dengan wajah menarik hanya memiliki kemungkinan 50 persen mendapatkan panggilan wawancara. Peluang itu sama dengan wanita yang mengirim resume dengan foto biasa saja atau tanpa foto.

Peneliti juga mengambil kesimpulan bahwa respons perusahaan terhadap resume dipengaruhi jenis kelamin calon karyawan. Ketika pria mengirimkan resume dengan foto, perusahaan menganggapnya sebagai gambaran kepercayaan diri. Tapi ketika wanita mengirim resume dengan foto, cenderung dianggap 'menjilat' melalui penampilan.

“Penelitian kami justru menunjukan, kecantikan dan ketampanan menghalangi kesempatan mendapat pekerjaan. Pria dan wanita yang memenuhi kualifikasi dan berwajah menarik bisa jadi dicoret sejak awal proses seleksi," kata salah satu peneliti, seperti dikutip NY Times. (pet)